Fly Agaric (Amanita Muscaria)

Jamur ini bernama latin Amanita Muscaria. Saya melihatnya ketika mengunjungi sebuah kebun raya di Adelaide. Di Indonesia sendiri saya belum pernah melihat jamur jenis ini. Namun, sebenarnya Amanita Muscaria bisa ditemukan di berbagai belahan bumi karena kemampuan yang dimilikinya untuk hidup di berbagai kondisi lingkungan, baik tropis maupun subtropis. Tinggi jamur yang saya temui ini kurang lebih 15-20 cm. Warnanya yang merah menyala tampak cantik dihiasi titik-titik putih. Benar-benar tampak menarik.

Tetapi, seperti yang kebanyakan terjadi, yang cantik itu seringkali berbahaya. Dan begitu pula Amanita Muscaria. Jamur ini biasa disebut dengan istilah “fly amanita” atau “fly agaric.” Fly amanita termasuk jamur beracun golongan basidiomycota. Racunnya bisa bereaksi dengan sangat cepat, yaitu hanya dalam waktu 2-3 jam. Setelah menghirup jamur ini, reaksi keracunan yang terjadi bisa berupa diare, vertigo, koma, muntah, dan beberapa efek lainnya. Pada bagian tubuh buah jamur ini juga terdapat senyawa asam ibotenat dan muscimol yang bersifat halusinogen dan psikoaktif. Senyawa tersebut dapat mempercepat terjadinya gangguan sistem saraf, denyut jantung, mulut kering, dan halusinasi. Akan tetapi, belum ada laporan mengenai orang yang kehilangan nyawa akibat terkena racun jamur ini.

Di beberapa bagian Eropa, Asia dan Amerika Utara, fly amanita biasa dikonsumsi. Bahkan di negara-negara Eropa Tengah, Russia dan Skandinavia, fly amanita merupakan simbol kebahagiaan di musim Natal dan tahun baru. Mereka biasa menyebutnya “cahaya merah yang bersinar terang dalam gelapnya musim dingin.” Menurut sejarah, orang-orang Siberia memasak fly amanita hingga mendidih, lalu airnya diminum hingga mereka mabuk. Sementara jamurnya sendiri disimpan untuk dikonsumsi kemudian. Tidak hanya itu, rusa kutub Siberia juga menyukai jamur ini.

Untuk bisa mengkonsumsi jamur ini tanpa mengalami keracunan, ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan. Perlu diketahui, fly amanita yang bisa dikonsumsi hanya yang masih muda dan bagian atasnya saja (bukan batang). Pertama, jamur ini harus terlebih dahulu direbus di dalam air yang cukup banyak untuk beberapa lama (kurang lebih 15 menit). Tambahkan garam dan cuka ke dalam air rebusan. Menurut berbagai sumber, cuka dan garam bisa membantu mengekstrak racun pada jamur. Setelah itu, buang airnya. Lalu rebus kembali dengan air biasa hingga mendidih kurang lebih 5 menit, setelah itu air bisa ditiriskan. Di sebagian besar daerah yang mengkonsumsi jamur ini, setelah direbus biasanya jamur digoreng seperti jamur biasa, atau dibuat acar, atau diawetkan menggunakan minyak. Kunci utama menghilangkan racun pada fly amanita adalah waktu dan jumlah air untuk merebus. Semakin banyak jamur yang akan direbus, maka semakin banyak air yang dibutuhkan.

Karena di Indonesia jarang sekali ditemukan jamur ini, jadi kemungkinan untuk mengkonsumsi fly amanita sangatlah kecil. Akan tetapi, siapa tahu suatu hari nanti kita sempat mampir ke Siberia, atau Jepang, dan menemukan jamur ini, tidak ada salahnya untuk dicoba..!!

Disarikan dari berbagai sumber.

Referensi:
http://honest-food.net/2011/12/24/eating-santas-shroom/
http://en.wikipedia.org/wiki/Amanita_muscaria

Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

One thought on “Fly Agaric (Amanita Muscaria)

  1. Heda Vanessa 07/11/2014 at 7:57 AM Reply

    Reblogged this on Ölürüm Sana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: