Tersesat di Mount Lofty Botanical Garden

Gak keren banget kedengarannya tersesat di botanical garden, tapi mau dibilang apa, memang begitu adanya. Ceritanya selepas dari Mount Lofty Summit, kami langsung menuju ke Mount Lofty Botanical Garden. Awalnya siy gak niat ke sana, tapi karena sebagian anggota rombongan sedang berada di sana, jadi kami memutuskan untuk menyusul.

Gambaran kasarnya Botanical Garden ini seperti Taman Raya Cibodas dengan kontur seperti Puncrut (Bandung). Hehe kebayang seperti apa medan yang kami lalui. Tujuan kami ke sana berkumpul di danau yang berada di tengah-tengah lokasi. Dari awal kami memasuki kawasan, jalan yang ditempuh terus menurun dan berkelok-kelok. Waktu itu kami melalui jalan setapak yang bukan jalan utama. Di kanan kirinya ditumbuhi tanaman dan pepohonan yang cukup banyak sehingga mirip di hutan. Di tempat ini tidak ada pohon buah-buahan, yang ada hanya pohon bunga dan pohon-pohon lainnya. Jalan setapak yang kami lewati lebarnya sekitar lima puluh (50) centimeter dan terbuat dari kerikil-kerikil kecil. Menyesal sekali saya ke sana menggunakan sepatu kets sebab cukup licin untuk berjalan di dataran seperti itu. Belum lagi ketika kami sempat beberapa kali memotong jalan melalui tebing bukit yang kemiringannya lebih curam dari empat puluh lima (45) derajat dan dipenuhi daun-daun yang gugur. Sepatu kets saya terasa jauh lebih licin di atas dedaunan layu tersebut. Sempat beberapa kali saya terperosok. Bahkan saat terakhir kali memotong jalan, saya terpaksa menuruni bukit dengan berjongkok. Sepatu yang licin membuat saya tidak mungkin menuruni bukit dengan berjalan (pen.-nyerosot) karena terlalu berbahaya. Saran saya, jika ingin ke botanical garden ini, gunakan sepatu untuk hiking atau yang bawahnya tidak licin.

Di pintu masuk kawasan, disediakan peta lokasi sebagai petunjuk jalan. Karena kami melalui jalan setapak yang ternyata jumlahnya cukup banyak dan arahnya bermacam-macam, akibatnya kami beberapa kali tersesat. Kami benar-benar harus memperhatikan peta lokasi, bahkan kami juga menggunakan bantuan GPS, termasuk memotong jalan melalui bukit agar kami tiba di jalan yang tepat dengan lebih cepat. Jika kami tidak memotong, jalan yang kami tempuh akan lebih jauh. Mentertawai ketersesatan kami hanyalah satu-satunya hiburan saat itu (hahaha..). Sempat kami berpikir salah jalan, tetapi karena dorongan janji bertemu di tengah-tengah lokasi maka kami meneruskan perjalanan dengan segala keragu-raguan. Bagi yang membawa anak kecil yang sudah tidak menggunakan kereta bayi, perhatikan baik-baik cuaca serta pakaian dan sepatu anak. Selain itu, jangan lupa untuk mempersiapkan stamina anda. Ketika kami ke sana, salah seorang teman kami membawa anaknya yang berusia lima tahun. Beberapa kali ayahnya harus menggendong ketika berjalan menuju danau. Bagi orang dewasa saja perjalanan ini cukup melelahkan, apalagi untuk anak-anak. Tapi ini belum bagian yang terparah.

Setelah sekitar lima belas menit berjalan, akhirnya dari kejauhan kami melihat sebentuk danau kecil. Tentunya kami merasa kegirangan karena akhirnya keletihan kami terbayar. Sekali lagi kami memotong jalan untuk menghampiri danau tersebut. Tetapi ternyata itu bukan danau yang kami tuju. Selain itu, kami pun masih salah jalan. Tempat yang kami hampiri saat itu bukanlah tepi danau, bahkan menyentuh air danaunya saja tidak bisa. Hahaha sekali lagi kami tersesat. Akhirnya kami berbalik arah. Kami kembali mendaki, tidak lupa memotong jalan melalui saluran air yang sudah tidak berfungsi. Lucu rasanya mengingat saat-saat itu..

Setelah kembali ke jalan setapak, akhirnya kami melihat danau yang kami cari. Lokasinya tidak jauh dari danau kecil yang tadi kami temui, hanya posisinya yang berada di tengah-tengah. Sesampainya di sana pemandangan di sekitar danau membayar segala kelelahan kami. Ditambah lagi senda gurau bersama teman dan makanan yang dibawa menambah nikmat suasana. Kami menyaksikan sejumlah bebek bermain di danau. Mereka seolah-olah mengadakan lomba berenang. Hehe gak percaya kan? Saksikan sendiri, baru bisa percaya.Nah, hampir saya lupa. Kami pun semapt menyaksikan tiga ekor kangguru berlarian di tepi danau. Luar biasa melihat kangguru di alam terbuka dan bukan di dalam kebun binatang hehe..

Sekali lagi, lokasi ini menjanjikan bagi pecinta fotografi, pecinta lingkungan maupun yang hanya ingin jalan-jalan. Bagi yang ingin pre-wedding, pemandangan yang disuguhkan tidak akan mengecewakan. Sayangnya, lokasi tidak terlalu aksesibel bagi disabilitas netra dan bagi pengguna kursi roda. Jalan utama bisa digunakan oleh kursi roda tetapi konturnya yang cukup curam menjadikan taman ini sedikit berbahaya.

Ketika akan kembali ke tempat parkir, kami mendaki menggunakan jalan utama. Jalur utama memang tidak cukup membingungkan tetapi cukup curam. Sekali lagi, persiapkan baik-baik bagi yang akan membawa anak. Dipastikan saat naik, anak-anak akan beberapa kali minta gendong. Dan di sinilah saat – saat yang paling melelahkan, terlebih bagi yang membawa anak. Akan tetapi pemandangan yang indah dan hawa yang sejuk menjadikan tempat ini menarik untuk dikunjungi. Dan yang pasti, danaunya luar biasa..!! Gak akan menyesal😀

Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: