Hahndorf: Indah dengan Angin

Wuiihh rasanya masih cape, pegelnya juga belum ilang tapi semangat nulis masih berkobar jadi sayang kalo ditunda. Re-dekor studio pun walhasil dibatalkan hehe..

Hari ini jalan-jalan ke Hahndorf dan Mount Lofty di Adelaide, South Australia. Secara baru beberapa bulan menetap di Australia bagian selatan ini, jadi belum tahu banyak tempat. Teman-teman yang sudah menetap di sini lah yang jadi sumber informasi. Ceritanya siy cuma diajak ke Hanhdorf, tapi ternyata diterusin jalan ke Mount Lofty. Tapi kali ini hanya cerita Hahndorf ya, Mount Lofty ada di tulisan lainnya..:)

Hahndorf sendiri merupakan kota kecil di wilayah Adelaide Hills, salah satu bagian South Australia. Yang menjadi daya tarik kota kecil ini adalah arsitektur bangunannya serta tata kota. Katanya Hahndorf ini dulunya didominasi warga Jerman, jadi kebanyakan bangunan di sana bergaya Jerman atau Eropa. Selain itu, bangunan di sana juga terbilang berusia uzur, alias sudah dibangun sejak ratusan tahun yang lalu.

Hahndorf merupakan salah satu kawasan wisata Adelaide yang biasa dikunjungi di musim gugur (Autumn) maupun menjelang musim dingin (winter) karena biasanya daun-daun di pepohonan sudah mulai berubah warna menjadi kekuningan atau kemerahan. Jadi, terasa sekali suasana luar negeri nya (kayak yang ada di foto-foto di internet itu hehe…). Buat yang seneng fotografi, pas banget deh untuk berburu foto bertema musim gugur atau Eropa. Selain itu, bagi yang sedang cari lokasi untuk pre-wedding, Hahndorf ini juga bisa dijadikan salah satu pilihan lokasi. Sebaiknya sebelum berangkat, pastikan dulu perkiraan cuaca saat itu. Tadi kebetulan sedikit cerah jadi agak panas meskipun anginnya mantap, bisa bikin dedaunan yang gugur berterbangan dan sedikit menggigil hehe..

Perlu diingat, Hahndorf ini hanya berupa sebuah jalan yang kanan-kirinya berjajar pertokoan maupun tempat makan. Tidak ada objek wisata tertentu selain Hans Heysen Museum. Jadi, wisata yang bisa dilakukan adalah menyusuri jalan ini dan menikmati beragam dagangan yang dijajakan di toko-toko tersebut serta pemandangannya. Panjangnya mungkin sekitar satu kilometer, tapi dijamin gak akan rugi datang ke sana, apalagi kalau cuacanya sedikit mendung dan berangin, pas banget.

Untuk teman-teman disabilitas, tidak ada penanda khusus jalan bagi disabilitas netra tetapi aksesibel bagi pengguna kursi roda maupun skuter roda empat. Toilet dan parkir untuk disabilitas juga disediakan. Beberapa bangunan mungkin tidak bisa diakses oleh pengguna kursi roda dan skuter roda empat, tetapi selebihnya cukup aksesibel.

O ya, buat yang pengen ke Hahndorf tapi gak bawa kendaraan pribadi, metro Adelaide melewati jalan ini koq, yang penting pastikan aja akan berangkat dari mana, setelah itu silakan cari rute bus nya. Selain itu, beberapa hotel juga tersedia bagi yang ingin menginap. Tempat makannya beragam dengan menu standar Australia. Buat yang cari makanan halal, tidak ada restoran yang khusus menyediakan menu halal (bisa jadi target bisnis nih..), tetapi ada koq beberapa restoran yang menyediakan fish ‘n chips. Lumayan sebagai pengganti. Di sana juga ada sejumlah kios es krim dan warung kopi.

Sekian coret-coretnya. Selamat jalan-jalan..!!

Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: