Jalur Puncak Menuju Stirling

Pekan ini saya mengunjungi Stirling dan Carrick Hill. Kali ini saya membawa mobil sendiri, tetapi karena saya belum mahir mengemudikan mobil, maka salah seorang teman saya yang menjadi supirnya. Ada dua rute yang bisa dilalui menuju tempat ini, yaitu jalur puncak dan highway. Kami berangkat melalui jalur puncak. Kenapa saya bilang puncak?

Karena memang persis seperti puncak. Jalur yang berkelok-kelok serta turun naik. Kanan kirinya bukan dihiasi pohon cemara, melainkan bukit dan jurang. Belum lagi jalurnya yang tidak terlalu lebar. Saya jadi ingat pengalaman saya ke pedalaman Cianjur, luar biasa. Teman saya yang baru pertama kali membawa mobil melewati jalur ini harus berupaya sekuat tenaga untuk mengendalikannya. Walhasil, mobil yang saya tumpangi yang merupakan satu-satunya mobil dengan supir perempuan pada perjalanan kali ini diposisikan di tengah rombongan supaya tidak tertinggal. Bias gender ya? Biarlah, yang penting aman sampai tujuan hehe..

Ketika sampai, udara dingin langsung menusuk kulit. Stirling merupakan salah satu kota di Adelaide, tepatnya di wilayah Adelaide Hills. Wilayah ini merupakan wilayah dengan suhu paling rendah di antara wilayah-wilayah lain di Adelaide. Bahkan pada musim dingin, wilayah ini hampir selalu dihujani salju. Saat musim gugur, suhu sudah mulai turun. Kalau pada pekan sebelumnya saya sempat menggigil di Mount Lofty, hehe kali ini saya merasakan dingin yang jauh lebih menusuk sumsum di Stirling. Saya bersama rombongan sengaja mengunjungi Stirling pada musim gugur karena biasanya di musim inilah diselenggarakan festival taman atau Stirling Autumn Garden Festival.

Sejak kapan festival ini diadakan, saya sendiri tidak tahu. Yang jelas menurut cerita yang saya dengar, festival ini sudah sejak lama diselenggarakan. Festival ini diselenggarakan di jalanan pusat kota Stirling, sehingga ada beberapa jalan yang ditutup. Karena lokasinya yang berada di jalanan, maka festival ini sangat aksesibel bagi pengguna kursi roda.

Pada festival ini, orang tidak hanya menjual produk pertamanan seperti bunga dan tanaman hias, akan tetapi banyak pernak-pernik menarik yang juga dijual di sana. Saya melihat sejumlah hasil seni kerajinan tangan juga dipamerkan. Selain itu, sejumlah stan makanan dan minuman sengaja dibuka untuk pengunjung. Di sana ada stan makanan yang menyedikan menu kari yang bisa dinikmati bagi yang mencari makanan halal. Tetapi, kalau ingin membawa makanan sendiri, sah-sah saja. Bagi penikmat
wine, stan khusus untuk mencicipi wine asli produksi Adelaide juga tersedia.

Ada beberapa hiburan yang disediakan pada festival ini, misalnya perpustakaan yang menyediakan layanan menghias puppet bagi anak-anak. Selain itu, saya juga melihat dua pusat pertunjukan pada festival ini. Yang pertama di dekat pintu masuk yang menampilkan sejumlah anak remaja memainkan alat musik berukuran cukup besar, modelnya mirip dengan alat musik tradisional Jawa dan Sunda (saron dan gamelan). Sementara di dekat stan makanan, terdapat sebuah panggung hiburan yang menampilkan band. Yang saya dengar waktu itu bigband jazz. Kalau mau ke Stirling, usahakan ketika musim gugur dan sedang ada festival taman, menarik…

About these ads

Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 818 other followers

%d bloggers like this: